Benteng Pendhem Ambarawa yang "Terpendam"

Wisata di daerah Semarang sangat berwarna. Bagi anda pecinta kuliner, pasti penasaran dengan bandeng presto yang berduri lunak, atau juga lumpia. Lalu bagi anda pecinta nilai-nilai historis, wah sangat tepat berada di kota yang juga menjadi ibukota provinsi Jawa Tengah. Karena disinilah banyak ragam sejarah tersaksikan dan terekam dengan bukti bangunan-bangunan tuanya. Tak berhenti di Semarang, daerah pinggiran kota dari mulai Semarang- Ambarawa, akan anda juga saksikan berjejer banyak bangunan lama.
Nah, kali ini kerajinanambarawa.com akan membantu anda menelusuri saksi sejarah dikota Ambarawa, namanya Benteng Pendem. Beginilah suasana di kota yang berada diselatan kota Semarang, berjarak 40 km dan masih berada pada wilayah kabupaten Semarang.
Bila berkunjung ke museum Kereta Api Ambarawa, tidak ada salahnya mampir ke Fort Willem 1 atau orang-orang sekitar menyebutnya Benteng Pendem. Pendem atau Pendhem adalah istilah Bahasa Jawa yang berarti terpendam atau terkubur. Lokasi Benteng Pendem ini dekat dengan museum Kereta Api, atau dibelakang RSUD Ambarawa dan berada di Kompleks Lapas Kelas II Ambarawa. Benteng Pendem ini pernah digunakan sebagai setting film Soekarno yang di sutradarai oleh Hanung Bramantyo.
Wah di kompleks Lapas, apakah bisa masuk? Tentu saja boleh asal minta ijin dulu kepada petugas Lapas yang berjaga. Lebih enak lagi kalau memliki teman atau saudara yang tinggal di kompleks bneteng tersebut, tentu tidak perlu minta ijin 😀 Jalan masuk ke Benteng ada 2, pertama bisa melewati jalan alternatif dekat dengan RSUD Ambarawa. Yang kedua melewati pintu masuk ke Lapas Ambarawa dan bangunan benteng yang bisa dikunjungi ada disebelah kiri Lapas.
Foto di atas ada tampak plang hijau dipojokan, ternyata itu bertuliskan “Masdjid” dengan angka tahun 1834-1843. Ketika kita sudah berada di suatu tempat, sudah seharusnya mentaati peraturan yang ada. Seperti di dalam benteng Pendem ini. Kita tidak boleh ramai, karena ternyata di benteng tersebut digunakan juga sebagai tempat tinggal. Bagi saya atau Anda yang tak biasa hidup di gedung-gedung tua mungkin akan merasa ngeri. Karena selain bangunan sudah tua, banyak lumut ataupun tumbuhan liar yang tumbuh di dinding-dinding bangunan.

Tempat ini memang eksotis karena itu menjadi surga bagi para pecinta fotografi. Sudut-sudut tempat bisa menjadi objek foto. Sayang sepertinya pemerintah tidak memperhatikan bangunan peninggalan bersejarah ini. Banyak bangunan-bangunan yang sudah tidak terawat. Walaupun terlihat kokoh berdiri, tetapi kalau tidak terawat lama-lama tentu akan rusak juga. Usianya pun sudah hampir 2 abad.

Sudah seharusnya pemerintah turut berperan memelihara bangunan-bangunan bersejarah. Karena sebenarnya tempat-tempat peninggalan bersejarah mempunyai nilai histories tersendiri dan bisa menjadi komoditas wisata. Dan yang lebih penting dari itu, akan menjadikan obyek pendidikan yang sangat penting untuk pembelajaran nasionalisme.

Dannov media

Info dan Pemesanan Hub. HP. 0857-2705-3099 / 0857-8609-6166 Kami adalah komunitas pengrajin enceng gondok dari Ambarawa Kab. Semarang, memiliki Anggota 7 kelompok lebih pengrajin dengan kreasi produk kerajinan higga ratusan jenis produk.

No comments:

Post a Comment